<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2014

KAMPUNG COLOK CANDIMULYO



KAMPUNG COLOK CANDIMULYO

                Terakhir aku mengunjungi kampung ini sekitar tahun 1983. Lebih dari 30 tahun yang lalu. Kerinduan itu masih ada sampai sekarang. Dan akhirnya hari ini kesampaian. Tanggal 04 Januari 2014 kembali aku diajak keluargaku mengunjungi kampung COLOK”, tepat di musim  liburan sekolah. Sama seperti dulu aku sering  menghabiskan masa liburan sekolahku disini. Di dusun yang penuh dengan kesederhanaan, meskipun sudah 30 tahun tidak aku kunjungi tetep saja tidak banyak perubahan. Hanya penambahan beberapa rumah baru, jalan tanah kini sudah jadi jalan beton (Itupun masih tampak baru dibangun).
                Kampung Colok berada di desa Tembelang, kecamatan Candimulyo, kabupaten Magelang. Sepintas beberapa tanaman dan pohon masih tampak sama seperti dulu, hanya sebuah kebon salak dibelakang rumah, sekarang sudah berubah menjadi salak pondoh. Dulu hanya salak local yang rasa buahnya kuarang manis.
Ada yang bener-bener baru di kampung ini yaitu ada yang bertani timun hybrida. Aku sendiri juga baru pertama kali melihat buah timun hyrida.
                Yang sama sekali tidak berubah adalah keramahan orang disini. Mereka masih mau bertegur sapa dengan orang yang belum dikenal. Mungkin dulu mereka pernah mengenal aku, tapi sekarang aku yakin banyak dari mereka yang sudah tak mengenalku. Terbukti waktu aku mau sholat di masjid ada seorang bapak yang menanyakan tempat asalku.
Yang membuatku terkejut justru ada seorang nenek usia 100 tahun yang masih mengenalku. Sampai dia hafal benar kata-kata ciri khasku “Andeng-andeng dibawah janggut, siapa mandeng pasti kepincut” (tahi lalat di bawah dagu, siapa memandang pasti tertarik).







Jumat, 05 Juli 2013

SMP Negeri 10 MAGELANG

      Syukur Alhamdulillah akhir tahun 2012 kemarin masih diberi kesempatan untuk mudik lagi, mudik yang ketiga kali dalam tahun 2012.
Mudik kali ini begitu special karena tujuan mudik kali ini adalah untuk reuni dengan teman-teman SMP. Sudah 26 tahun kami tidak bertemu, tentu saja kangen banget.

    Namanya SMP Negeri 10 Magelang . Disitu dulu aku pernah sekolah. Lokasinya tidak jauh dari rumahkuku di kampung Nambangan. Kira berjarak 1km, dulu biasa aku tempuh dengan berjalan kaki. Kali ini aku tidak jalan kaki, bukan karena manja, tapi karena aku masih capek. Soalnya baru tadi pagi aku tiba di Magelang. Jadi aku harus hemat tenaga.
Semangat untuk bertemu dengan teman-teman SMP mengalahkan rasa capek dan kantukku.




    Sampai depan sekolahan aku disambut oleh seorang panitia reuni. Ahaaa....walau lama tidak bertemu tapi aku masih mengenali temenku yang satu ini, sang ketua OSIS.
Akupun diminta untuk mengisi buku tamu. Wahh...yang jadi penerima tamunya adalah gadis-gadis tahun 80-an. Dulu mereka cantik-cantik. Sekarangpun kecantikan mereka masih ada walau tinggal sisanya...(hehehe becanda).
Serasa seperti artis saja aku ditanyain ini itu aku bingung jawabnya,  tapi aku tahu itu adalah luapan rasa kangen yang tertumpah.
     Rasanya tak sulit untuk mengenali mereka lagi, meskipun mukanya banyak berubah, tapi kelakuanya masih sama konyolnya dengan saat sekolah.
Selanjutnya kami larut dalam suasana kekeluargan seperti waktu sekolah.



    Tidak hanya melepas kangen dengan teman-teman sekolah, ternyata juga bisa melepas kangen dengan makanan waktu masih sekolah. Yaitu gethuk susur dan bakwan. Menurut informasi dari panitia Gethuk susur dan Bakwan ini dibuat oleh orang yang sama seperti waktu sekolah dulu. "Terima kasih Pak Mul... sudah memenuhi permintaanku. Gethuk susur buatanmu sungguh enak!! ". Sudah lama banget aku tidak menikmati makan ini, karena memang susah dicari penjual getuk susur, sepertinya hanya ada di SMPN 10 saja.















   Satu yang tidak mau aku lewatkan adalah keliling komplek sekolahan. sekedah untuk membuka kembali memori. Memang sudah banyak perbedaan, karena sudah banyak pembangunan disana-sini.
Tapi bangunan utama seperti kelas dan ruang guru masih terlihat seperti dulu dan itu cukup membangkitkan memoriku.










  








 
MARS SMPN 10 MAGELANG

Hai siswa SMP 10 Magelang
Siap menuntut sepanjang masa
Kita tingkatkan selalu
Maju terus pantang mundur
Yang berdasarkan pancasila

Tingkatkanlah mutu pendidikan kita
Agar mempunyai bekal dimasa depan
Untuk mencapai tujuan
Cita-cita nan mulia
Demi kemajuan negara

Reff
Menuntut meninggikan prestasi kita
Mengejar ilmu nan mulia
Maju setapak pantang mundur sejejak
Segera abadikan SMP
Bersujud kepada Tuhan Esa.
Semoga bahagia.


Terimakasih sahabat ....
Aku akan selalu ingat kalian










Senin, 10 Desember 2012

NAMBANGAN

          NaSVille itulah nama blogku ini. Mirip sebuah nama kota di negara Amerika sono yang bernama Nashville. Kota dimana para Cowboy mengebala ternaknya, tempat dimana kuda berlari bebas di savana yang luas, tempat alunan musik country berasal.
Aku suka semua itu, musik country, cowboy, indian, padang savana. Tapi bukan alasan itu aku beri nama blogku ini Nasville. karena arti kata NASVILLE buatku adalah NAmbangan Sweet VILLage.  Benar-benar sebuah kampung yang penuh kenangan manis.
Jalan ini dulu adalah tempat bermainku dan telah mengajari aku naik sepeda
          Nambangan adalah sebuah kampung di kota Magelang. Tepatnya di kelurahan Rejowinangun, kecamatan Magelang Selatan. Sengaja aku memasukkan nama Nambangan dalam blogku, karena aku bangga menjadi bagian dari kampung itu.
Kampung di timur kota Mangelang ini cukup terkenal bagi masyarakat di Magelang, bukan karena kampung ini istimewa, tapi karena di kampung ini terdapat tiga komplek pemakaman. Dua komplek ada di Candi Nambangan dan satu lagi ada di Karang kidul Nambangan. Bukan hanya penduduk asli kampung nambangan saja yang di makamkan di situ, tapi  justru masyarakat luar kampung Nambangan lebih banyak.
          Bagiku Kampung Nambangan begitu istimewa. Karena di kampung itulah aku tumbuh dewasa. Aku mengenal banyak hal dari kampung ini, belajar berenang, belajar melukis, mencari ikan, bercocok tanam, belajar memanjat pohon.. Pokoknya kebahagiaan masa kanak-kanak yang sempurna. Bermacam-macam permainan aku lakukan di kampung, dari flying fox diatas sungai , Arung Jeram dikali Elo, seluncur di pesawahan. Waktu itu belum ada peralatan seperti sekarang semua serba hand made. Tanpa peralatan saftety. Tapi aku sangat menikmatinya.


Pemandangan disudut Nambangan dengan latar belakang bukit Tidar
Ini adalah Sungai Elo dahuli merupakan tempat rekreasiku dan telah mengajariku berenang.
     
         Tidak seluruh penduduk Nambangan adalah penduduk asli, lebih dari 40% adalah pendatang dari berbagai kota. Walau hanya sebuah kampung tapi penduduk Nambangan lumayan sibuk. Ciri khas kampung di tengah kota, yang pebduduknya mempunyai berbagai profesi. Mulai dari pemulung sampai pegawai pemerintah.
Kemajemukan penduduk dan kesibukanya tidak membuat mereka hidup secara individu seperti layaknya kota besar. Terbukti mereka masih sempat berkumpul melakukan kegiatan seni.
Ada berbagai kesenian masih hidup disini, seperti Kethoprak, Jathilan, Dayaan, Kobrosiswo. Itu semua membuat kampung ini semarak.


"DAYAAN"  orang Nambangan berkesenian.

        Bicara tentang Nambangan tidak ada habisnya. Yang paling penting aku bersukur bisa menjadi bagian dari Nambagan. Dan tak akan aku lupakan.