<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Rabu, 16 Oktober 2013

WISATA WADUK SERMO



WISATA WADUK SERMO YOGYAKARTA


     

   







      

Pada awal sepember 2013 lalu kami ada keperluan keluarga di Yogyakarta, acWaduk yang diresmikan oleh Presiden Soeharto 20 November 1996 silam dibuat dengan membendung Kali Ngrancah, dengan biaya pembangunan mencapai Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan. Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulon Progo melakukanaranya sih tanggal 2 tapi tanggal 1 kami sudah sampai di Yogyakarta. Kami menginap ditempat salah seorang famili, di daerah Sentolo , Wates, DIY.
     Untuk mengisi waktu, sepupuku ngajak jalan-jalan  buat refreshing, salah satu tujuanya adalah “Waduk Sermo”, tempat 
itu masih kedengeran sangat asing di telingaku. Meskipun aku berasal dari kota Magelang yang letaknya tidak jauh dari Wates, tapi tetep saja aku belum pernah mendengar nama tempat wisata itu sebelumnya.
      Kami berenam berangkat menggunakan mobil dari Sentolo. Awalnya kami mau naik sepeda motor. Tapi kerena helmnya kurang satu jadi batal naik sepeda motor. Meskipun begitu ada untungnya juga, kerena sebagian besar kami buta mengenai jalur jalanan sekitar Wates. 
     Walau bukan daerah pegunungan, tempat yang kami tuju posisinya nanjak  sepanjang jalan. Tapi kami tidak begitu kawatir karna jalanan menuju kesana kondisinya baik, selain itu jalanan juga tidak terlalu ramai.
      Waduk Sermo dibangun selama 2 tahun 8 bulan dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 November 1996 . Sumber air dari Sungai Ngrancah.
Berfungsi sebagai sumber air utama bagi pertanian di daerah sekitarnya.
Luas genangan air Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulon Progo adalah kurang lebih 157 Ha. Kondisi airnya masih jernih sehingga dapat melihat kawanan ikan nila didalam air. Daya tampung Waduk Sermo sekitar 25 juta meter kubik air.

Minggu, 28 Juli 2013

Kuliner Bebek Peking

Kuliner Bebek Peking
      Sebelumnya aku tidak begitu suka makan daging bebek. Kecuali karena aromanya yang apek, juga karena dadingnya alot. Pernah juga makan disebuah tempat makan specialis daging bebek, memang rasanya enak, kering, gurih dan tidak apek. Tapi karena penyajiannya langsung dicampur dengan sambal aku jadi kapok. Maklum engga bisa makan makanan yang pedes banget.
      Perkenalanku dengan Bebek Peking adalah karena temanku yang bekerja di Restoran Bebek Peking.
Kami sudah lama tidak bertemu. Dia menawarkan untuk bertemu ditempatnya bekerja. Yah..sekalian wisata kuliner. Akupun menawarkan rencana ke teman-teman yang lain yang mengenalnya. 
Kami bersembilan berangkat habis pulang kerja. ternyata laokasinya mudah ditemukan, yaitu Restoran DeKwek deket Sumarecon Mall Serpong. Atau kami biasa menyebutnya Gading Serpong.   
     Biarpun temanya Bebek Peking ternyata makanan disini halal lho...  Kedatangan kami langsung disambut oleh temenku, haha..berasa jadi tamu istimewa. Selintas pandang menu Bebek Peking lebih mirip sama ayam. Kecuali karena ukurannya yang besar juga terlihat dagingnya lebih banyak.
Kamipun langsung memesan makan, engga banyak yang kami pesan, cuma 4 porsi Nasi Goreng Bebek Peking Pedas, 4 porsi Paha Bebek Peking Goreng, 1 porsi Dada Bebek Peking Goreng, 2 porsi Cah Kangkung, 1 porsi Tempe Penyet. Kami hanya memesan 1 botol air mineral,  karena dimeja yang kami tempati sudah terseda 10 teh manis dan Kurma untuk berbuka puasa.

     Setelah sholat magrib kami menyantab makan, dengan macam-macam gaya. Ada yang terus makan  sambil sesekali mengelap keringat yang bercucuran dengan tissue. Ada pula yang makan sambil berulang kali bilang pedes tapi enak. Ada yang berkali kali menambahkan Saos atau sambel kedalam piringnya.
Aku yang tak suka pedes, hanya menikmati rasanya bebek peking goreng yang gurih dan dadingnya yang empuk, bener-bener mirip dengan ayam goreng. Potongannya yang begitu besar membuatku kenyang.
    Secara keseluruhan Bebek Peking Enak, teman-temanku juga sependapat. Dan berapa kami harus membayar?... hanya Rp. 189.500,- sudah termasuk pajak.  Wow..aku pikir tadinya akan habis sekitar Tiga ratus ribu.  Setelah dijelasin sama temenku yang kerja disitu aku baru mengerti, kami memdapat diskon 25% karena diantara kami ada yang menggunakan operator seluler PT. Indosat. dan tajil berbuka puasa diberikan secara gratis. Wah tetep saja terasa murah. karena jika dihitung per orang cuma bayar kurang dari Rp 20 ribu. Sama dengan seporsi Ayam goreng di rumah makan padang langgananku. Bisa dijadikan langganan nih...